Tuhanku yang Dia memberi makan dan minum kepadaku

Keyakinan terhadap sumber rizki akan sangat mempengaruhi sikap dan tindak kita dalam mencari rizki.  Karena mengira perusahaan/instansi tempatnya bekerja adalah sumber rizki, banyak karyawan-karyawati shaleh/shalehah rela disuruh ini itu yang melanggar syariah seperti riba , riswah dan sejenisnya. Hati kecilnya menolak, tetapi imannya tidak cukup kuat untuk bilang tidak pada atasannya karena takut dipecat, takut tidak mendapatkan rizki. 

Untuk inilah kita perlu belajar menguatkan ke-tauhid-an termasuk dalam hal pencarian rizki ini. Allah menceritakan dialog antara Nabi Ibrahim A.S dengan bapaknya di Al-Qur’an, agar menjadi contoh dan pelajaran bagi kita. 

Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim. Ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Apakah yang kamu sembah?” . Mereka menjawab: “Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya”.

Berkata Ibrahim: “Apakah berhala-berhala itu mendengar (doa) mu sewaktu kamu berdoa (kepadanya)?, atau (dapatkah) mereka memberi manfaat kepadamu atau memberi mudarat?”. Mereka menjawab: “(Bukan karena itu) sebenarnya kami mendapati nenek moyang kami berbuat demikian”.

Ibrahim berkata: “Maka apakah kamu telah memperhatikan apa yang selalu kamu sembah, kamu dan nenek moyang kamu yang dahulu?, karena sesungguhnya apa yang kamu sembah itu adalah musuhku, kecuali Tuhan semesta alam, (yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku, dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku, dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku, dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali), dan Yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat”.

Seandainya anak-anak kita ditanamkan sejak balita dari mana sumber makanan kita, siapa yang memberi dan bagaimana bisa sampai ke piring kita, sambil diceritakan kisah Nabi Ibrahim diatas atau semisalnya,  inysaAllah akan membekas kuat dalam penanaman ketauhidan yg bersih pada anak-anak kita, jauh dari syirik, riba maupun korupsi yang merugikan orang lain krn takut tidak dapat makan dan minum.

Sumber inspirasi: geraidinar.com

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Akhlaq, Al Qur'an, Aqidah dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s