Memulai HS: Persiapan Mental

Cuman modal Niat saja tidak cukup untuk memulai HS, apalagi yg cuman pengen atau ikut-ikutan. Sebab HS merupakan pilihan yg sulit dan tidak ringan dibandingkan jalur formal melalui public school. Banyak hal yg perlu disiapkan sebelum memulai HS baik itu bersifat teknis/akademis maupun non teknis atau persiapan mental. Berikut beberapa tips untuk mempersiapkan mental kita sebelum terjun memulai HS. 

Yang pertama Niat yg ikhlas, kuat, dan mantab.

Mendidik anak adalah kewajiban orangtua terhadap anak dan hak anak terhadap orang tua. Terdapat nilai ibadah yg besar di dalamnya sehingga niat semata-mata krn Allah dalam menjalankan HS merupakan kunci utama dan modal dasar bagi kesuksesan HS. Selain ikhlas, kenapa harus kuat dan mantab?  Karena HS diluar mainstream, masih minoritas, berbeda dgn yg lain, banyak ditentang dan dikritik, dll., sehingga ujian yg dihadapi pelaku HS nantinya jauh lebih besar dan kuat. Orang yg tidak memiliki alasan yg kuat utk HS lebih baik berfikir lagi agar tidak setengah matang menjalaninya.

Yang kedua Sabar terhadap segala ujian.

Pandangan negatif dan respon orang2 yg dekat dgn kita spt keluarga dan kerabat, merupakan ujian mental yg tidak ringan utk dihadapai pelaku HS. Perlu kesabaran utk menghadapi mereka, misal dalam mengahdapi pertanyaan  kenapa ngga sekolah? Nanti bodoh loh klo ngga sekolah…yg kadang maksudnya sering utk meremehkan kita. Klo bisa kita jelaskan lebih baik, tp klo bikin sakit hati, tinggalkan saja.

Yang ketiga Ridho terhadap hasil yg diperolah.

Terkadang kenyataan tak seindah yg dibayangkan. Bila tinggi harapan menimbulkan besar penyesalan, maka siapkah mental anda dari sekarang utk menerima kenyataan dan tidak menyalahkan orang lain, apalagi menyalahkan anak sendiri, bila hasil tak sesuai dgn harapan anda.

Yang keempat Ta’awun atau kerjasama.

Kerjasmaa ini meliputi kekompakan ayah-ibu-anak dalam mengambil keputusan memulai HS. Keinginan HS bisa saja dimulai dari anak sendiri spt anak2 kami. Maka orang tua perlu meyakinkan hal tersebut, bukan langsung mengiyakan, agar anak punya motivasi yg kuat utk HS. Orang tua juga harus yakin dengan keputusannya supaya bisa bersinergi. Kerjasama yg lebih luas nantinya sangat diperlukan, yaitu bergabung dengan komunitas sejenis terutama untuk berbagi informasi dan saling menguatkan azzam.

Yang ke lima, Istiqomah atau konsisten terhadap empat hal diatas.

InyaAllah bila kita konsisten terhadap niat yg ikhlas, bersikap sabar dalam menjalaninya, punya perisai ridho thd hasil yg kita terima serta saling ta’awun, maka inysaAllah kita akan lebih siap dalam memulai HS. Tentu saja, doa,  apalagi doa-doa dari orang tua untuk anak sudah banyak dicontohkan oleh Bapak Para Nabi, yg merupakan senjata orang beriman disetiap saat, harus selalu menemani “perjuangan” kita dalam membentuk generasi khairu ummah.

Selanjutanya tinggal ikhtiar kita berupa persiapan-persiapan teknis/akademis spt menyusun kurikulum, dll yg inysaAllah akan kita bahas lain kesempatan.

Sekedar tambahan, ada audiopodcast dari sekolahrumah.com ttg persiapan mental memulai HS. Silahkan diunduh disini.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Homeschooling dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s