Cerita 4- Timbangan

Sabtu depan kita nyari sepeda Mas yg hilang yuk, dan buat tulisan supaya dikembalikan disini” kataku saat melewati depan parkiran sepeda. “Klo orangnya baik pasti akan mengembalikan, tp klo orangnya jahat, nanti akan ditanya diakherat kenapa mencuri. Sebab, diakherat nanti akan ditimbang amalnya, lalu klo ada amal baiknya, akan diberikan ke Mas, tapi klo tidak ada amal baiknya, dosa2 mas akan dikurangi dan diberikan kepadanya. Sehingga dia nanti makin berat timbangan buruknya, biar makin berat disiksanya…trus timbangan kebaikan Mas makin berat, biar bisa masuk Syurga

Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, Maka Tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan” (QS. Al Anbiya : 47)

(Luqman berkata): “Hai anakku, Sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (QS. Luqman : 16)

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari dari Abu Hurairah dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: ‘Dua kalimat yang ringan diucapkan tetapi berat timbangannya dan disenangi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala Yang Maha Pengasih yaitu, Subhanallah wa bihamdihi subhaanallaahil azhim (Maha Suci Allah dengan segala pujian-Nya dan Maha Suci Allah Yang Maha Agung).”

Ringkasan:
Ada timbangan amal baik/buruk, setiap amalan betapapun kecilnya akan diperhitungkan dgn sangat cermat, mengenal sifat2 Allah Maha Halus lagi Maha mengetahui, Maha Suci, Maha Agung, Maha Adil, Maha Pembuat perhitungan, Maha Pengasih. Keutamaan dzikir lisan krn berat timbangannya.

Tips:
Kenalkan Allah melalui sifat2Nya dan ciptaanNya, misalnya ttg keseimbangan alam semesta.
Perbanyaklah melafalzkan kalimat “Subhanallah wa bihamdihi subhaanallaahil azhim” berikut artinya, sambil dilagukan didepan anak agar mudah diingatnya.
Ajari anak2 dengan dzikir2 yang ma’tsur atau kalimat2 thoyyibah sesuai dengan kemampuan/usianya.
Latihan menimbang/menghitung (muhasabah) perbuatan baik apa saja yg telah dilakukan anak hari ini, dan sebaliknya.
Latihan bersikap sabar bila ditimpa musibah.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Aqidah dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s