Cerita 2- Tiupan Sangkakala

Kisah 1:

Dan (ingatkanlah) hari di tiup sangkakala, lalu terkejutlah (gerun gementar) makhluk-makhluk yang ada di langit dan yang ada di bumi, kecuali mereka yang dikehendaki Allah dan kesemuanya akan datang kepadaNya dengan keadaan tunduk patuh. (Surah an-Naml : 87)

Kisah 2:

Dan sudah tentu akan ditiupkan sangkakala (menghidupkan orang-orang yang telah mati; apabila berlaku yang demikian) maka semuanya segera bangkit keluar dari kubur masing-masing (untuk) mengadap Tuhannya. (Surah Yassin : 51)

Kisah 3:

Di zaman ini di mana kiamat semakin dekat, Israfil lebih siap dan siaga untuk meniup, at-Tirmidzi, Ibnu Hibban dan al-Hakim meriwayatkan dari Abu Said al-Khudri berkata, Rasulullah saw bersabda, “Bagaimana aku bersenang-senang sementara peniup sangkakala telah menelan sangkakala, menundukkan keningnya dan menyiapkan pendengarannya, dia menunggu diperintah meniup maka dia akan meniup.”Para sahabat bertanya, “Apa yang kami ucapkan ya Rasulullah?” Beliau bersabda, “Ucapkan, ‘cukuplah Allah bagi kami dan Dia adalah sebaik-baik penolong, kami bertawakal kepada Allah Tuhan kami. At-Tirmidzi berkata, “Hadits hasan.” (Silsilah al-Ahadits ash- shahihah nomor 1079).

Pesan Moral/Hikmah:
Masih berkaitan dgn cerita hari kiamat yg menggambarkan betapa dahsyatnya peristiwa tersebut. Hari kiamat sudah dekat, malaikat Isrofil sudah siap meniup sangkakala, tinggal nunggu perintah Allah. Bumi langit seisinya bergetar saat mendengar tiupan pertama. Manusia akan mati semua (setelah tiupan pertama atau  kedua), kemudian akan dibangkitkan kembali pada tiupan berikutnya (yg kedua atau ketiga) utk menghadap Tuhannya. Selain manusia, ada makhluk Allah lain di langit, yaitu para malaikat dgn tugas2nya. Allah lah sebaik2 penolong.

Teknik penyampaian:
Ceritakan/kaitkan dgn peristiwa alam spt gempa, tsunami, dsb adalah belum ada apa2nya dibanding saat itu. Ceritakan ttg malaikat dan tugas2nya yg sangat patuh kpd Allah, analoginya tanamkan kepatuhan anak pada orang tua dan Allah. Tiaupan sangkakala bisa membangkitkan orang mati, analoginya teriakan kalian bisa mengagetkan dan membangunkan adek baby yg lagi bobo. Tiupan sangkakala membuat semua orang datang menghadap Allah, analogikan dng klo kita memanggil anak harus segera menjawab/merespon/datang.

Respon anak:
Carilah golden moment yg tepat utk menyampaikan  hal2 yg sesuai dgn harapan kita, misalnya jgn suka teriak2 klo adek lagi bobo; kalo dipanggil segera datang; patuh dgn perintah orangtua/Allah; Allah tempat meminta pertolongan, dsb.

Harapan orang tua:
Anak percaya dgn rukun iman ttg iman pada para malaikat dan hari kiamat/hari akhir.
Menumbuhkan rasa takut/cemas(khauf) pd Allah yg berujung pada kecintaan utk melakukan ibadah2 spt sholat dan puasa, akhlaq mulia spt hormat pada orang tua, memberi manfaat utk oranglain, tidak bohong, dll. Melatih/menanamkan kemandirian anak bahwa unutk urusan akherat, kita bertanggungjawab sendiri2, ayah-ibu tak bisa menolong kalian kecuali dgn amal shalihnya sendiri.

Pengalaman:
Tadi pagi, dipanggil 3 kali anak masih asyik maen gadget, padahal  harus siap2 berangkat sekolah. Maka saya ingatkan dgn kisah tiupan sangkakala, supaya cukup sekali dipanggil segera dijawab atau mau datang. Klo sekarang ga dijawab, nanti takutnya bla…bla….bla…

Semoga menginspirasi 🙂

Bacaan lebih lanjut:
http://ms.wikipedia.org/wiki/Sangkakala
http://dinul-islam.org/index.php?option=com_content&view=article&id=104:tiupan-sangkakala-untuk-membangkitkan&catid=20:daqoiqul-akhbar&Itemid=19

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Aqidah, Cerita Akherat dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s